Rabu, 23 Februari 2011

MENTRI AGAMA RI Menanam 1 MILYAR POHON di MAN 1 BL





MENTERI Agama (Menag) Republik Indonesia, Suryadarma Ali, mengajak masyarakat khususnya anggota Pramuka Lampung untuk terus menanam dan merawat pohon, serta mendukung ter­ciptanya lingkungan yang , bersih dan hijau. ­Himbauan ini disampaikan menteri agama saat, memberikan sambutan Jam acara kegiatan gebyar lomba Pramuka Madaliyansa IV dan penanaman satu miliar pohon yang diprakarsai kanwil Kemenag Lampung di ­MAN 1 Bandarlampung, Sabtu (19/2).
Dijelaskannya , sebagai gerakan kepanduan, Pramuka memiliki nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam kode etik Gerakan Pramuka yang dikenal dengan sebutan Tri Satya Dasa Darma Pramuka. Nilai-nilai inilah yang senantiasa menjiwai setiap aktivitas anggota Pramuka, baik di kegiatan dalam rua­ngan maupun luar ruangan.
"Saya pribadi memberikan apresiasi yang dalam atas gagasan yang dibuat oleh panitia perlombaan untuk melakukan penanaman sejuta pohon dalam kegiatan gebyar lomba pramuka ini,'Jelasnya.
Aktivitas penanaman satumiliar pohon, lanjutnya, selain telah menjadi program prioritas pemerintah dalam mengantisipasi Global Warming, juga merupakan nilai­nilai pendidikan yang dikembangkan dalam Dasa Darma Pramuka, yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. "Melalui penanaman satu miliar pohon ini kita ingin memberikan pemahaman, bahwa anggota Pramuka di pondok pesantren, madrasah dan sekolah umum memiliki kepekaan dan kepedulian yang besar terhadap kelestarian lingkungan dan kelangsungan masa depaIl bumi. Untuk itu, saya mengajak seluruh anggota gerakan pramuka dan ma­syarakat untuk terus mena­nam dan merawat pohon yang ada sekitar kita, demi tereip­tanya lingkungan yang bersih dan hijau,"pungkasnya. Sementara itu, dalam sambutannya, Kakanwil Ke­menag Lampung, Sya'Roni Ma'Shum mengatakan, gerakan penanaman satu miliar pohon yang diprakarsai Kanwil Kemenag Lampung ini adalah bentuk peduli akan kelestarian lingkungan, da­lam rangka mengurangi efek Global Warning. Dalam keserupatan ini , Menteri Agama, Suryadarma Ali , seeara simbolis menye­rahkan bibit pohon kepada lima perwakilan kepala seko­lah dan kepala kantor urusan agama serta ketua ponpes se­Provinsi Lampllng. Menteri juga dalam kesempatan ini melakukan penanaman secara simbolis satu pohon di halaman MAN 1 Bandarlampung, didampingi oleh Kanwil Kemenag Lampung dan pejabat terkait lainnvA

Rabu, 02 Februari 2011

SEKJEN KEMENTRIAN AGAMA ke MAN1 BL




BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kantor Kementerian Agama tidak akan menambah jam pelajaran agama di sekolah. Pasalnya, jam pelajaran agama di Indonesia porsinya paling besar dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Sekretaris Jenderal Kantor Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan jika sekolah akan menambah materi tentang keagamaan, sebaiknya diberikan saat ekstrakurikuler atau di luar jam pelajaran.

"Kami sudah kaji, jam pelajaran agama di Indonesia ternyata porsinya sudah besar. Jadi silakan sekolah memberikan pengayaan tentang agama di luar jam pelajaran," kata Bahrul Hayat usai memberikan pemaparan kepada kepala MA/MTs/MI se-Lampung, di aula MAN 1 Bandar Lampung, Sabtu (29-1).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Lampung Sya'roni Ma'shum, Kabag TU Kanwil Kemenag Lampung Abdurahman, Rektor IAIN M. Mukri, dan para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Kemudian, Sabtu malam, para pejabat di lingkungan Kanwil juga mengadakan ramah tamah di Hotel Nusantara dan dihadiri Bahrul Hayat.

Terkait dengan pelaksanaan UN, Bahrul Hayat mengatakan madrasah dengan jumlah siswa sedikit dan guru yang tidak memadai sebaiknya bergabung dengan madrasah lain yang lebih berkompeten. Hal itu untuk mengantisipasi tingkat kelulusan madrasah 0% alias tidak ada satu pun siswa yang lulus saat UN.

"Kami sudah mengkaji, ternyata madrasah yang tingkat kelulusannya 0% merupakan madrasah swasta yang jumlah siswanya sangat sedikit dan gurunya tidak kompeten. Hal itu karena dengan jumlah siswa yang sedikit otomatis madrasah tidak mampu membiayai kegiatan operasional di madrasah yang bersangkutan," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada madrasah untuk menyiapkan siswanya menghadapi UN yang akan digelar pada April—Mei mendatang. Apalagi, mulai tahun ini siswa MI dan SD akan mengikuti UN. Tahun ini pemerintah juga memutuskan tidak ada lagi UN ulang sehingga siswa yang tidak lulus harus mengulang tahun berikutnya.(UNI/S-1