Pemkab Lampung Utara terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah penyelanggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke-39 Tingkat Provinsi Lampung 2011. Salah satu tempat penyelenggaraannya yakni Islamic Center Lampura yang berlokasi di eks Terminal Induk Kotabumi.Kemarin (30/9), Bupati Zainal Abidin meninjau pembangunan Islamic Center tahap awal. Bupati didampingi Wakil Bupati Rohimat Aslan, Sekkab Paryadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kotabumi Sugianto, serta Wakil Ketua II DPRD Wirta Jaya Putra berserta anggota Komisi C DPRD dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Azwar Yazid.
Pembangunan itu secara keseluruhan akan menghabiskan Rp32,67 miliar yang terbagi dalam dua tahap. Tahap awal Rp10 miliar yang sudah dilelang dan sekarang dalam pengerjaan. Tahap dua rancangan anggaran mencapai Rp22,67 miliar. Zainal Abidin meminta beberapa bangunan lama dari eks Terminal Induk Kotabumi untuk tidak dibongkar, tapi didayagunakan dengan melakukan rehab saja. Pembangunan Islamic Center selain untuk mempersiapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-39, juga memanfaatkan aset pemda yang beberapa tahun belakangan ini tak berdayaguna bagi masyarakat.
’’Pembangunan Islamic Center ini bisa digunakan untuk gedung serbaguna (GSG). Ke depan akan dibangun taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini, dengan harapan menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya.
Komisaris PT Rindang 31 Faisol Djausal, yang merupakan kontraktor pengerjaan pembangunan Islamic Center tahap I, menerangkan, sesuai dengan kontrak penyelesaian pembangunan tahap awal, target penyelesaiannya 15 Desember 2010. Dirinya optimistis, pengerjaan tahap pertama selesesai tepat waktu.
Sedangkan tahap kedua, meliputi GSG, masjid, asrama khafilah, kafetaria, menara masjid, pagar keliling, plaza dan taman tahap kedua, sarana air bersih, serta sarana penerangan dan pengadaan genset, akan dikerjakan kontraktor yang nantinya terpilih dalam proses tender mendatang.Untuk tahapan kedua, Faisol menambahkan, pihaknya akan tetap mengikuti proses lelang. Di mana dalam pengerjaan tahap kedua itu tidak ada kaitan tanggung jawab konstruksi.Sementara pembangunan Islamic Center tahap pertama sudah mencapai sekitar 30 persen. Hal ini disampaikan Konsultan Perencanaan Pembangunan Islamic Center Ir. Hamzah kemarin.
Pengerjaan tahap awal dengan anggaran Rp10 miliar ini, yakni Masjid tahap pertama, gedung penerima, pintu gerbang, pagar depan, dan plaza tahap pertama. Untuk bangunan Islamic Center, pemkab menginginkan bentuk bangunan lain dari yang lain. Untuk mewujudkan itu, pihaknya memberikan suatu bentuk atap/kubah masjid yang lain dari masjid lainnya. Itu merupakan bentuk kali pertama di Indonesia, khususnya Lampung.
Kubah masjid mengadopsi filosofi siger yang merupakan kebudayaan Lampung, yang digabung dengan Asmaul Husna atau 99 sifat Allah SWT. Sebab, bentuk segi tiga yang akan mengelilingi kubah masjid ini akan berjumlah 99 sesuai Asmaul Husna.
sumber http://www.radarlampung.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar